Welcome to Lampoh tuha

Selasa, 20 Maret 2012

Jalan Takdirku

Munkin inilah yang dikatakan TAKDIR dari tuhan atau sebagian orang  juga mengatakan inilah jalan hidup dari apa yang telah digariskan oleh tuhan akan diriku, awalnya jangankan untuk masuk suatu Universitas, untuk ujian masuk universitas saja diriku tak tau apa itu yang disebut dengan UNPTN (begitulah namanya ketika tahun 2007 dan sebelumnya) diriku tak pernah tau apa yang dimaksud dengan UNPTN sehingga kubertanyaa pada temanku untuk apa itu sehingga kawanku menjelaskan bahwa UNPTN itu adalah suatu kegiatan ujian untuk masuk kesalah satu Universitas dan akhirnya kumeng “iya” kan walawpun tak tau bagaimana itu dan diriku hanya ikut-ikut saja apa yang dikerjakan oleh para teman-temanku lakukan dengan proses-proses itu semua, dari persiapan copyan ijazah dan lain-lainnnya sampai kuikut juga menggantri di belakang mereka untuk mengambil slip pendaftaran yang hanya terdapat di BNI campus Universitas Syah Kuala dan mengikuti segala proses seperti yang temanku ajarkan kepadaku.


Dan ketika hari dimana tes tertulis ditentukan aku berbeda tempat untuk mengikuti tes tersebut dari pada kawan-kawanku karena diriku mendaftarkan dengan mengambil slip IPA sedangkan para kawanku mengambil Slip IPS dan kujalani saja tes itu tanpa mengharapkan kelulusannya karena ketika itu kami sedangkan mengikuti tes kerja ditempat lain dan tes kerja inilah yang sangat kupreoritaskan kelulusannya dari pada sekedar mengikuti tes UNPTN tersebut dan saking goblognya aku tentang pengetahuan apa itu UNPTN aku memilih pilihan pertama itu fkip biologi dan pilihan kedua kedokteran gigi (kan betol2 goblok ne manusia satu).

Ketika hari pengumuman UNPTN sudah keluar pada malamnya di internet diriku tak mengetahuinya dan kalaupun kuketahui tak juga kusempat diriku untuk mengetahui apakah namaku termasuk kedalam beberapa manusia yang beruntung untuk lulus pada universitas tersebut, dan ketika paginya ketika salah satu surat kabar terkemuka di indonesia memuat berita tentang nama-nama yang lulus di universitas tersebut diriku tak juga tau bahwa daftar kelulusan sudah dikeluarkan sehingga ketika itu jam menunjukkan arah jam 16.00 waktu indonesia bagian barat terdengarlah suara handphoneku berdering menandakan satu pesan telah diterima dan ketika kulihat bahwa itu suatu pesan yang dikirimkan dari sahabat yang baru saja kukenal dalam beberapa hari yang lalu ditempat kami mengikuti tes untuk kerja tersebut dia mengirimkan suatu pesan bahwa hasil pengumuman sudah keluar dan dan namanya dinyatakan lulus kemudian kutelpon dia untuk menanyakan apakah namaku juga termasuk kedalam daftar yang lulus tapi dia tak bisa melihatnya tapi dia tak sempat milhat namaku dan mengatakan bahwa untuk melihat langsung ketempat itu dan dengan seregap kuberdiri dengan penuh rasa ingin tau kukebut keretaku menuju TKP untuk melihatnya langsung.

Tapi takdir berkata lain dan tak seperti keinginanku selama ini bahwa namaku tercantum dalam daftar yang dinyatakan TIDAK LULUS, kubaca sekali lagi pada daftar tidak lulus tersebut apakah betul itu nama dan nomor tesku dan ternyata memang betol dan tak terdapat sedikitpun kesalahan dari itu. Hancur sudah semua harapan dan angan-anganku selama ini, apa yang selama ini kudambakan dan kuimpikan semua telah sirn,  kandas dan hilang begitu saja didepan pelupuk mataku ini, luluh sudah semua usahaku slama ini.

Diantara kami semua yang mengikuti tes ujian pekerjaan itu hanya sahabatku sendirian yang dinyatakan lulus diantara kami semua dan sekarang ditempatkan didaerah Aceh utara untuk dinasnya. Dan malam itu kami sempat mengobrol ditempat pengumuman tersebut dan salah satu kawanku bertanya pada kami semua apa ada dari kami yang lulus dalam seleksi tes UNPTN dan tak seorang kawanku pun menjawab lulus sehingga kawanku bertanya padaku apakah aku lulus pada UNPTN dan aku hanya menjawab “emang pengumuman udah keluar” dan hanyalah suara tawa mereka yang kudengar dari pertanyaanku dan dengan nada mengejek mereka menjawab “udah dari kemaren kaleeee” dan kawanku satu lahi berkata llihat aja di koran dirumahku pengumumannya dan ketika kami hndak pulang kereta yang di bawa kawanku secara tiba-tiba “ngambek” and ga mau hidup dan dengan terpaksa harus aku yang mendorongnya atau istilah anak motor bilang “spek” dan setelah melalui jalanan banda aceh yang padat ini akhirnya nyampek juga tuh di rumahnya si mirja yang keretanya ngambek secara tiba-tiba tuh.

Setelah awal malam tepatnya malam sabtu sekitaran jam 2 akhirnya kami bergegas menuju rumah edi yang lulus dalam seleksi tes pekerjaan itu untuk melihat hasil penguman di koran yang ada dirumahnya, beberapa kali ku cari namaku di salah satu daftar nama para manusia-manusia yang lulus eh ga nongol-nongol juga tuh namaku akhirul kalam kututup sudah tuh koran dan meyakinkan diri bahwa aku ga lulus juga sama kek kawan-kawanku semuanya dan secara tiba-tiba dirumah itu muncullah seorang manusia yang berumur tuayang sebenarnya tapi bertubuh kecil and hampir semua orang kenak tipu dengan badannya yang kecil kek keong dan kebanyakan mereka menganggap umurnya sebaya dengan kami karena tubuhnya.

Bang hendra begitulah panggilan kami kepadanya dan bertanya padaku “apa yang kau lihat?” kukatakannya saja bahwa aku  sedang melihat dan mencari namaku dikoran apa ada dan dia menanyakan nomor tesku di UNPTN dan jurusan yang kupilih dan setelah itu aku dan mirja berlalu lalang melintasi jalanan untuk menghilangkan rasa sakit hatiku kenapa aku ga lulus di tes pekerjaan.

Jam menunjukkan arah jam 03.00 pagi buta dan secara tiba-tiba handphoneku berdering dan ketika kulihat itu adalah sebuah pesan yang berisi “atas nama muhammad iqbal dengan nomor tes xxxx (ga ingat lagi berapa nomor tesnya sekarang) dinyatakan lulus pada jurusan fkip biologi, dan setelah itu langsung kutelpon dia dan berkata “jangan bercanda” dan dia malah balik nyerang dengan berkata “kalo ga percaya lihat aja sendiri” tetapi aku tidak langsung menuju ke TKP malahan muter-muter dah di jalanan banda aceh dengan kawanku dan akhirnya setelah lelah menulusuri kota ini kami pun kembali kemarkas kawanku untuk meilhat langsung apa yang telah disebutkannya tadi. Dan ketika kulihat dengan menggaruk-garuk kepalaku sambil berkata “aku jadi anak kuliahan” akhirnya kujalani segala rutinitas pendaftaran sendiri dengan cara SKSD (sok kenal sok dekat) dan langsung kenalan terus dengan anak baru yang ga tau dah tu siapa dengan alasan biar ditemenin dan kasih tau aku tu harus kemana-kemana dulu buat daftar ulang, dan akhirnya kulalui juga segala proses-proses pendaftaran ulang seperti mahasiswa-mahasiswa lainnya......